Setapak Langkah – 21 Agustus 2026 | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa data terbaru dari Dynamic Time Series Economic Network (DTSEN) dan Sensus Ekonomi 2026 menunjukkan kemungkinan pergeseran signifikan pada desil kesejahteraan para penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia.
Berikut ini adalah gambaran singkat mengenai distribusi desil kesejahteraan pada tahun 2023 dan proyeksi perubahan pada tahun 2026 berdasarkan analisis DTSEN:
| Desil | 2023 (Persentase) | 2026 Proyeksi | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1 (paling miskin) | 15% | 12% | Penurunan karena peningkatan pendapatan minimum regional. |
| 2 | 18% | 16% | Perpindahan ke desil yang lebih tinggi setelah program keterampilan. |
| 3 | 20% | 21% | Stabilisasi dengan dukungan subsidi energi. |
| 4 | 22% | 23% | Perbaikan akses layanan kesehatan. |
| 5 | 10% | 11% | Stabilitas ekonomi menengah. |
| 6 | 8% | 9% | Peningkatan peluang kerja. |
| 7 | 4% | 5% | Penguatan usaha mikro. |
| 8 | 2% | 2% | Stabil. |
Analisis tersebut menyoroti tiga poin utama:
- Mobilitas antar-desil meningkat, menunjukkan bahwa bantuan bersyarat dapat mengangkat rumah tangga keluar dari kemiskinan ekstrem.
- Target bantuan harus lebih fleksibel, mengingat perubahan cepat dalam kondisi ekonomi rumah tangga.
- Pengawasan berkelanjutan menggunakan data DTSEN dan sensus berkala menjadi kunci untuk menghindari kesenjangan.
Menko Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat integrasi data lintas lembaga, sehingga kebijakan bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran dan responsif terhadap dinamika ekonomi yang terjadi.