Setapak Langkah – 13 Mei 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kualitas konstruksi menjadi prioritas utama dalam pengerjaan pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase 2A. Menurutnya, proyek ini harus memenuhi standar teknis yang ketat untuk menjamin keamanan, keandalan, dan kelangsungan operasional jangka panjang.
Beberapa poin penting yang disorot antara lain:
- Penggunaan material berstandar internasional dan pengawasan ketat pada setiap tahap pembangunan.
- Penerapan prosedur inspeksi rutin oleh tim independen serta lembaga pengawas terkait.
- Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan khusus dan sertifikasi.
- Penegakan sanksi tegas bagi kontraktor yang tidak mematuhi spesifikasi teknis.
Menhub juga menambahkan bahwa keterlambatan tidak akan dibenarkan bila mengorbankan mutu. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar‑instansi, termasuk Kementerian PUPR, Bappenas, serta pihak operator MRT Jakarta, untuk memastikan bahwa setiap elemen konstruksi—dari struktur rel hingga sistem kelistrikan—memenuhi persyaratan keselamatan.
Proyek MRT fase 2A, yang menghubungkan kawasan‑kawasan strategis di Jakarta Utara hingga Tangerang, diproyeksikan selesai pada akhir 2027. Dengan menitikberatkan pada kualitas, diharapkan jaringan transportasi massal ini dapat menjadi tulang punggung mobilitas kota yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi kemacetan.