Setapak Langkah – 31 Maret 2026 | JAKARTA – Pada Minggu (29/03/2026), Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata menjadi saksi upacara pemakaman kenegaraan bagi almarhum Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2004-2009. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin selaku Inspektur Upacara, menandai penghormatan tertinggi negara kepada tokoh yang pernah mengemban tiga menteri penting dalam sejarah modern Indonesia.
Profil Singkat Juwono Sudarsono
Prof. Dr. Juwono Sudarsono lahir di Jakarta pada 5 Maret 1942. Ia meniti karier akademik sebagai guru besar Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia, sekaligus mengukir jejak panjang di pemerintahan. Sebelum menjabat Menteri Pertahanan, ia pernah memegang posisi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada 1998 dan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan pada 1998‑1999. Sebagai Menteri Pertahanan, ia mengarahkan reformasi hubungan sipil‑militer, berupaya menjadikan TNI institusi yang profesional, demokratis, serta terintegrasi dalam sistem pertahanan nasional modern.
Upacara Kenegaraan di TMPNU Kalibata
Acara dimulai dengan prosesi resmi yang dipimpin oleh Menhan Sjafrie, dilengkapi dengan musik pengibar bendera dan penghormatan senjata. Wakil Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Wadan Seskoal) Laksamana Pertama Dr. Ferry Supriady hadir sebagai tamu kehormatan, menegaskan dukungan seluruh TNI dalam memberikan penghormatan terakhir. Seluruh pejabat tinggi negara, perwakilan parlemen, serta tokoh-tokoh akademik turut hadir, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh rasa hormat.
Pentingnya Peran Juwono Sudarsono dalam Reformasi Militer
Selama masa jabatannya, Juwono Sudarsono menata ulang doktrin pertahanan Indonesia, menekankan pentingnya sinergi antara militer dan masyarakat sipil. Ia memprakarsai program pelatihan bersama antara TNI dan lembaga sipil, memperkuat transparansi, serta menegakkan prinsip akuntabilitas dalam operasi militer. Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi landasan bagi Indonesia untuk mengadopsi model pertahanan yang inklusif dan responsif terhadap tantangan global.
Reaksi Berbagai Kalangan
- Pejabat pemerintah menyatakan bahwa jasa Juwono Sudarsono akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam bidang pertahanan dan pendidikan.
- Kalangan akademisi menyoroti kontribusi pemikiran beliau dalam teori hubungan internasional, khususnya mengenai keamanan regional Asia‑Pasifik.
- Anggota TNI mengapresiasi dedikasi beliau dalam memodernisasi struktur komando serta memperkuat etika militer.
Seluruh elemen bangsa tampak bersatu dalam menghormati warisan Juwono Sudarsono, yang tidak hanya dikenang sebagai tokoh politik, tetapi juga sebagai cendekiawan yang membangun fondasi pertahanan berlandaskan nilai demokrasi.
Penutup
Dengan pemakaman yang dilaksanakan secara kenegaraan, Indonesia menegaskan komitmen untuk menghormati kontribusi tokoh-tokoh yang telah mengabdikan diri bagi negara. Menhan Sjafrie, sebagai pemimpin upacara, menandai kesinambungan nilai‑nilai kebangsaan yang dipegang teguh oleh Juwono Sudarsono sepanjang hayatnya. Warisan pemikiran dan kebijakan beliau diharapkan akan terus menginspirasi kebijakan pertahanan masa depan, memastikan Indonesia tetap kuat, aman, dan berdaulat.