Setapak Langkah – 25 April 2026 | Tradisi Nutuk Beham merupakan upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Kutai Lawas, Kalimantan Timur, sebagai bentuk rasa syukur setelah panen padi.
Upacara ini melibatkan proses menumbuk beras secara bersama‑sama di tempat terbuka yang disebut “beham”. Seluruh anggota desa, mulai dari kepala adat hingga anak‑anak muda, ikut berpartisipasi, menandakan kebersamaan dan gotong‑royong.
Berikut rangkaian kegiatan Nutuk Beham secara singkat:
- Persiapan lahan dan penjemuran padi hasil panen.
- Pengumpulan padi ke lokasi beham dan penataan beras dalam wadah tradisional.
- Pembungkusan padi ke dalam anyaman bambu sebagai simbol perlindungan.
- Penumbukan beras menggunakan alat tradisional, biasanya batu atau kayu, sambil diiringi nyanyian dan tari daerah.
- Doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat untuk memohon keberkahan pada hasil panen berikutnya.
Setelah proses penumbukan selesai, beras yang telah diproses dibagikan kepada warga, terutama kepada keluarga yang membutuhkan. Acara diakhiri dengan pertunjukan seni tradisional, seperti tari “Gantar” dan musik gambus, yang menambah semarak perayaan.
Nutuk Beham tidak hanya sekadar ritual pertanian, melainkan juga sarana pelestarian nilai-nilai kearifan lokal, memperkuat ikatan sosial, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan agraris.
Dengan semakin modernnya teknik pertanian, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya tak benda yang diakui oleh Pemerintah Daerah Kutai Lawas. Upaya dokumentasi dan promosi melalui media, termasuk video Antara, diharapkan dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan keunikan budaya Indonesia.