Setapak Langkah – 28 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti peran strategis SMA Muhammadiyah (SMAMCo) Manokrai dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Menurut Menteri, pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai ekologi menjadi kunci utama dalam menyiapkan generasi siap menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
SMAMCo Manokwari menempuh langkah-langkah konkret, antara lain:
- Penerapan kurikulum berbasis proyek yang menekankan pengelolaan sampah, konservasi flora dan fauna lokal, serta pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekolah.
- Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah dalam program penanaman kembali hutan mangrove serta kegiatan restorasi ekosistem pesisir.
- Pembentukan klub ekologis siswa yang secara rutin melakukan survei kualitas udara, pemantauan kualitas air, dan kampanye penghijauan di wilayah sekitar.
Hasilnya, lulusan SMAMCo Manokwari tidak hanya meraih prestasi akademik di tingkat provinsi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif mengadvokasi kebijakan hijau di tingkat lokal. Beberapa alumni kini melanjutkan studi di bidang ilmu lingkungan, teknologi bersih, dan kebijakan publik, serta terlibat dalam proyek inovatif seperti pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dan pengembangan sistem irigasi hemat air.
Mendikdasmen menegaskan bahwa model pendidikan berorientasi ekologi ini harus direplikasi di sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan dukungan dana, pelatihan guru, dan sarana prasarana yang memadai agar setiap lembaga pendidikan dapat menanamkan nilai-nilai keberlanjutan pada generasi muda.
Dengan menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat basis SDM yang mampu menjawab tantangan global sekaligus menjaga keanekaragaman hayati dan kelestarian alam bangsa.