Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Pebulu tangkis Indonesia, Melati Daeva Oktavianti, menilai rangkaian tiga turnamen di wilayah Asia Tenggara baru-baru ini memberikan pelajaran berharga bagi rekan setimnya, Bobby Setiabudi. Menurutnya, pengalaman bertanding di turnamen-turnamen tersebut menyoroti aspek-aspek penting yang perlu ditingkatkan, baik dari segi konsistensi permainan maupun strategi mental.
Turnamen pertama yang diikuti adalah Indonesia Masters 2024, di mana Bobby menunjukkan potensi menyerang yang kuat namun masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan kecepatan lawan. Pada turnamen kedua, Thailand Open, ia berhasil memperbaiki beberapa kesalahan, namun ketidakstabilan pada saat permainan panjang masih menjadi titik lemah. Turnamen ketiga, Malaysia Open, memperlihatkan peningkatan signifikan dalam pertahanan, namun keputusan taktis pada beberapa rally kritis masih belum optimal.
Melati menekankan bahwa tiga turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga laboratorium belajar. “Setiap kali kita melangkah ke lapangan, ada peluang untuk mengamati apa yang berhasil dan apa yang harus diperbaiki,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa Bobby perlu mengasah kemampuan membaca pola serangan lawan serta meningkatkan konsistensi servis agar dapat bersaing di level tertinggi.
Selain aspek teknis, Melati juga menyoroti pentingnya kesiapan mental. Menurutnya, tekanan dari penonton lokal dan ekspektasi tinggi seringkali memengaruhi performa pemain muda. “Bobby memiliki mental yang kuat, tetapi pengalaman di turnamen internasional akan membantu dia mengelola stres dengan lebih baik,” kata Melati.
Pelatih tim nasional, Antony Fajar, menyambut baik evaluasi tersebut dan berjanji akan menyusun program latihan khusus untuk Bobby. Fokus utama meliputi peningkatan kecepatan footwork, variasi pukulan net, serta simulasi situasi pertandingan kritis.
Dengan tiga turnamen sebagai batu loncatan, harapan besar ditempatkan pada Bobby Setiabudi untuk menunjukkan performa yang lebih stabil di ajang-ajang mendatang, termasuk kejuaraan dunia dan Olimpiade. Melati menutup dengan optimismenya bahwa proses belajar ini akan memperkuat posisi Indonesia di panggung bulu tangkis internasional.