Setapak Langkah – 31 Mei 2026 | Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, mengungkapkan bahwa mempertahankan kesuksesan setelah menjuarai Liga Champions pada musim 2025/26 akan menjadi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan meraih gelar pertama.
“Mendapatkan trofi pertama memang luar biasa, tetapi untuk mengulangnya membutuhkan konsistensi, kedalaman skuad, dan kemampuan mengatasi tekanan yang lebih besar,” kata Enrique dalam konferensi pers pasca‑final.
Beberapa faktor yang membuat gelar kedua lebih sulit menurut sang pelatih antara lain:
- Persaingan ketat di fase grup dan knockout.
- Kebutuhan akan rotasi pemain yang efektif karena jadwal yang padat.
- Harapan tinggi dari manajemen dan suporter yang dapat memicu stres.
- Kondisi cedera yang tak terduga pada pemain kunci.
- Strategi taktik lawan yang semakin beragam dan adaptif.
Enrique menambahkan bahwa PSG harus memperkuat kedalaman skuad, terutama di posisi sayap dan bek tengah, serta meningkatkan mentalitas juara di setiap lini. Ia juga menyoroti pentingnya menyeimbangkan fokus antara kompetisi domestik dan Eropa agar tidak mengorbankan performa di salah satu arena.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan pembinaan mental yang intens, Enrique optimis PSG dapat bersaing lagi di panggung tertinggi sepak bola Eropa, meski mengakui bahwa tantangan untuk mengangkat trofi kedua akan jauh lebih menuntut.