Setapak Langkah – 21 Agustus 2026 | Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, kini mengoperasikan lima unit secara bersamaan. Operasi penuh lima unit menandai peningkatan produksi listrik yang signifikan dibandingkan fase awal ketika hanya satu unit yang beroperasi pada tahun 2019.
Setiap unit memiliki kapasitas terpasang sekitar 30 megawatt (MW), sehingga total kapasitas terpasang mencapai 150 MW. Peningkatan ini memungkinkan pasokan listrik ke jaringan PLN regional bertambah sekitar 40 % dibandingkan periode sebelumnya.
| Unit | Kapasitas (MW) |
|---|---|
| Unit 1 | 30 |
| Unit 2 | 30 |
| Unit 3 | 30 |
| Unit 4 | 30 |
| Unit 5 | 30 |
| Total | 150 |
Berikut beberapa dampak utama yang muncul akibat peningkatan produksi listrik tersebut:
- Peningkatan pasokan energi regional: Daerah‑daerah di sekitar Mandailing Natal kini memiliki akses listrik yang lebih stabil, mengurangi frekuensi pemadaman.
- Stimulus ekonomi lokal: Proyek ini menciptakan lapangan kerja langsung bagi lebih dari 200 tenaga kerja dan membuka peluang usaha bagi pemasok barang dan jasa setempat.
- Kontribusi pada target energi terbarukan: Dengan kapasitas 150 MW, PLTP Sorik Marapi menyumbang sekitar 5 % dari target energi terbarukan nasional untuk tahun 2025.
- Pengurangan emisi karbon: Dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil, PLTP ini mengurangi emisi CO₂ sekitar 120.000 ton per tahun.
Pengelola PLTP menegaskan bahwa operasional kelima unit dipantau secara real‑time menggunakan sistem kontrol berbasis SCADA, yang memastikan efisiensi konversi panas bumi menjadi listrik. Rencana kedepannya mencakup penambahan unit tambahan dan peningkatan infrastruktur jaringan transmisi untuk menyalurkan listrik ke wilayah‑wilayah yang belum terjangkau.
Dengan peningkatan kapasitas ini, PLTP Sorik Marapi tidak hanya memperkuat ketahanan energi Sumatera Utara, tetapi juga menjadi contoh konkret pemanfaatan sumber daya geotermal Indonesia yang melimpah.