Setapak Langkah – 13 Juli 2026 | Di Kota Bandar Lampung, kelompok Suhita Lebah Indonesia berhasil mengembangkan usaha madu secara berkelanjutan berkat program pemberdayaan yang digulirkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program tersebut memberikan akses pembiayaan, pelatihan teknis, serta bantuan pemasaran kepada peternak lebah lokal.
Dengan modal awal yang disalurkan melalui kredit mikro BRI, para peternak dapat meningkatkan sarang lebah, memperbaiki teknik pemeliharaan, dan menerapkan standar kebersihan yang ketat. Selain itu, BRI menyelenggarakan workshop mengenai manajemen usaha, sertifikasi produk organik, dan strategi penjualan digital.
- Peningkatan produksi madu rata-rata 35% dalam enam bulan pertama.
- Penurunan penggunaan pestisida kimia berkat metode pengendalian hama alami.
- Peningkatan pendapatan peternak rata‑rata Rp 1,2 juta per bulan.
- Ekspansi pasar ke kota‑kota tetangga melalui platform e‑commerce.
Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga mendukung konservasi lingkungan karena lebah berperan penting dalam penyerbukan tanaman. Suhita Lebah Indonesia berencana memperluas jaringan sarang lebah ke 15 desa dalam dua tahun ke depan, dengan target menambah produksi madu bersertifikat organik sebanyak 200 ton.
Program pemberdayaan BRI diharapkan menjadi model bagi sektor agribisnis lainnya, menggabungkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam satu paket yang saling memperkuat.