Setapak Langkah – 12 Juli 2026 | Berita duka melanda dunia hiburan Indonesia setelah terkonfirmasi bahwa almarhum penyanyi tembang pop, Temon, telah meninggal dunia. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh anak kelimanya, yang mengaku tidak pernah membayangkan kondisi ayahnya yang selalu tampak sehat dan tak pernah mengeluh tentang kesehatannya.
Berikut kronologi singkat yang diungkapkan oleh sang anak:
- Awal gejala: Pada pertengahan Agustus, Temon mulai merasakan kelelahan yang tidak biasa, namun menolak untuk melakukan pemeriksaan medis karena menganggapnya sebagai kelelahan biasa setelah jadwal tur yang padat.
- Diagnosa: Setelah insiden pingsan di rumah, dokter melakukan serangkaian tes dan menemukan bahwa Temon menderita penyakit kronis pada organ vital yang tidak dapat disembuhkan secara total. Penyakit tersebut tidak pernah ia ceritakan kepada publik.
- Perawatan: Temon dirawat intensif di rumah sakit utama Jakarta selama tiga minggu. Selama perawatan, ia tetap berusaha menjaga semangat dan menolak untuk mengumumkan kondisi kesehatannya kepada media.
- Kabar duka: Pada tanggal 10 September, dokter menyatakan bahwa kondisi Temon semakin memburuk dan diperkirakan tidak akan membaik lagi. Pada malam itu, keluarga menerima kabar bahwa sang ayah telah menghembuskan napas terakhirnya.
Dalam sebuah wawancara singkat, anak kelima Temon mengungkapkan bahwa ayahnya meninggalkan pesan terakhir yang sangat menyentuh. “Ayah selalu mengingatkan kami untuk tetap bersyukur dan terus berkarya. Sebelum mengakhiri hidupnya, ia menulis sebuah surat yang berisi harapan agar kami tetap kuat, melanjutkan mimpi-mimpinya, dan tidak melupakan nilai-nilai kejujuran yang selalu ia pegang,” ungkapnya dengan mata berkaca‑kaca.
Selain itu, sang anak menambahkan bahwa Temon tidak pernah mengeluh tentang rasa sakit yang ia alami. “Dia selalu tersenyum, bahkan ketika berada di rumah sakit. Kami tidak pernah melihatnya menunjukkan keluhan apa pun,” kata sang anak.
Keluarga Temon telah mengumumkan bahwa pemakaman akan dilaksanakan secara sederhana sesuai dengan keinginan almarhum. Penggemar dan rekan-rekan industri musik diharapkan memberikan doa melalui media sosial tanpa harus mengadakan upacara yang berlebihan.
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi industri musik Indonesia. Banyak artis dan penggemar yang menuturkan rasa kehilangan mereka, sekaligus mengingat kontribusi tembang-tembangnya yang telah menjadi bagian penting dalam budaya pop tanah air.