Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pada Jumat, 15 Mei 2024, sejumlah kasus kriminal terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, menambah catatan kepolisian tentang meningkatnya aksi kekerasan dan kejahatan jalanan.
Salah satu insiden yang paling menonjol adalah penusukan terhadap anggota Pasukan Pengamanan Sekitar Utama (PPSU) di kawasan Jaktim. Korban, seorang anggota PPSU, mengalami luka serius setelah diserang dengan pisau oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Tim medis langsung menanganinya, dan korban kini berada dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Kasus serupa juga terjadi pada malam harinya, ketika sekelompok perampok menembus gerbang sebuah toko di daerah Kebayoran Baru, memaksa pemilik menyerahkan uang tunai. Polisi berhasil menangkap dua tersangka setelah melakukan penggerebekan di area perumahan terdekat.
- PPSU Jaktim ditusuk, korban dirawat di rumah sakit.
- Perampokan toko di Kebayoran Baru, dua tersangka ditangkap.
- Penangkapan geng preman di Cengkareng, tiga anggota diproses.
Menanggapi peningkatan kejadian kejahatan tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) DKI Jakarta mengumumkan pembentukan Tim Pemburu Begal. Tim ini terdiri dari unit intelijen, unit reaktif, dan unit patroli khusus yang akan beroperasi secara terkoordinasi untuk mengidentifikasi, mengejar, dan menjerat jaringan begal yang aktif di wilayah perkotaan.
Kapolri menekankan bahwa tim ini akan memiliki wewenang khusus, termasuk penggunaan teknologi pemantauan dan operasi undercover, guna mempercepat penangkapan pelaku. Target awal tim adalah kelompok begal yang dikenal dengan modus operandi serangan cepat di jalur-jalur utama seperti Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, dan area perkantoran di pusat bisnis.
Selain itu, Polri juga meningkatkan kehadiran patroli di titik-titik rawan serta memperbanyak program sosialisasi keamanan kepada masyarakat. Warga diimbau melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui aplikasi Pengaduan Masyarakat atau nomor darurat 110.
Para pengamat menilai bahwa langkah pembentukan Tim Pemburu Begal merupakan respons yang tepat, namun keberhasilannya sangat bergantung pada koordinasi lintas sektoral dan dukungan aktif masyarakat. Sementara itu, kasus penusukan PPSU menjadi peringatan bahwa ancaman terhadap aparat keamanan masih nyata dan memerlukan penegakan hukum yang tegas.
Dengan kombinasi penegakan hukum yang lebih agresif dan partisipasi publik, diharapkan tingkat kriminalitas di Jakarta dapat menurun dalam beberapa bulan ke depan.