Setapak Langkah – 27 Mei 2026 | Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur menetapkan program intensif untuk memeriksa kesehatan hewan kurban pada 200 lokasi strategis menjelang Idul Fitri. Program ini diluncurkan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit pada hewan ternak dan menjamin keamanan konsumsi daging kurban bagi masyarakat.
Target pemeriksaan mencakup pasar tradisional, peternakan, serta titik penjualan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur. Tim inspeksi terdiri dari dokter hewan, petugas laboratorium, dan staf lapangan yang akan melakukan pengecekan fisik, pengambilan sampel darah, serta uji laboratorium untuk mendeteksi penyakit menular seperti anthrax, rabies, dan flu unggas.
Proses pemeriksaan dilakukan dalam tiga fase:
- Persiapan: Sosialisasi kepada peternak dan pedagang tentang prosedur dan manfaat pemeriksaan.
- Pemeriksaan lapangan: Tim melakukan inspeksi visual, mengukur suhu tubuh, dan mengambil sampel pada hewan yang akan dijual.
- Pengujian laboratorium: Sampel dikirim ke laboratorium KPKP untuk analisis cepat dan hasilnya dilaporkan dalam 24 jam.
Setiap titik pemeriksaan dilengkapi dengan peralatan mobile lab, sehingga hasil dapat diperoleh secara real-time. Hasil positif akan langsung ditindaklanjuti dengan karantina dan penanganan medis, sementara hewan yang lolos pemeriksaan akan diberi sertifikat kesehatan.
Program ini diharapkan dapat menurunkan risiko penularan penyakit zoonotik, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendukung stabilitas pasar daging kurban di Jakarta Timur. KPKP juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satpol PP untuk memastikan kepatuhan dan penegakan regulasi.
Dengan target 200 titik, KPKP Jakarta Timur berkomitmen menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menikmati kurban yang aman dan sehat.