Setapak Langkah – 02 April 2026 | Pemerintah Korea Selatan mengumumkan kebijakan baru untuk mengurangi tekanan pada pasar bahan bakar yang sedang mengalami kelangkaan. Mulai minggu ini, kendaraan resmi pemerintah akan diatur penggunaan berdasarkan nomor plat ganjil‑genap. Kendaraan dengan nomor plat akhir ganjil hanya boleh beroperasi pada hari ganjil, sementara yang berakhir genap hanya pada hari genap.
Langkah ini diambil setelah serangkaian peningkatan harga minyak mentah dunia dan gangguan pasokan yang memaksa Korea Selatan menghadapi krisis bahan bakar. Menurut data Kementerian Energi, konsumsi bahan bakar transportasi meningkat sekitar 12% pada kuartal terakhir, sementara persediaan strategis menurun di bawah ambang kritis.
- Tujuan utama: menurunkan volume penggunaan bahan bakar harian sekitar 15%.
- Sasaran: armada kendaraan dinas, bus kota, dan taksi yang terdaftar dalam program pemerintah.
- Durasi: kebijakan bersifat sementara dan akan dievaluasi setiap dua minggu.
Selain pembatasan jam operasional, otoritas juga memperkenalkan insentif bagi perusahaan yang mengalihkan armada ke bahan bakar alternatif seperti listrik atau hidrogen. Pemerintah menyiapkan subsidi sebesar 30% untuk pembelian kendaraan listrik bagi instansi publik selama lima tahun ke depan.
Reaksi dari masyarakat dan sektor swasta beragam. Beberapa pengemudi mengaku terbantu karena mengurangi beban biaya bahan bakar, sementara pelaku industri transportasi menilai kebijakan ini dapat menimbulkan penurunan pendapatan. Namun, para analis ekonomi menilai langkah tersebut dapat menstabilkan harga bahan bakar domestik dan memberi ruang bagi diversifikasi sumber energi.
Jika berhasil, kebijakan ganjil‑genap ini dapat menjadi model bagi negara lain yang menghadapi tekanan serupa pada pasokan energi, terutama di tengah volatilitas pasar global.