Setapak Langkah – 19 Mei 2026 | Komunikasi hangat antara orang tua dan anak menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung perkembangan psikologis anak. Menurut Theresia Novi Poespita Candra, dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, interaksi yang penuh empati, rasa hormat, dan perhatian dapat memperkuat ikatan emosional serta mengurangi risiko perilaku bermasalah.
Berikut beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan oleh keluarga:
- Mendengarkan secara aktif – Beri waktu untuk anak mengungkapkan perasaan tanpa interupsi.
- Gunakan bahasa positif – Hindari kata-kata menghina; ganti dengan kalimat yang membangun.
- Validasi perasaan – Tunjukkan bahwa perasaan anak dimengerti, meski Anda tidak setuju dengan perilaku yang ditunjukkan.
- Atur waktu berkualitas – Sisihkan momen khusus seperti makan bersama atau bermain yang memungkinkan percakapan terbuka.
- Berikan contoh perilaku – Anak meniru cara orang tua mengelola konflik dan stres.
Selain praktik di rumah, peran sekolah dan lembaga sosial juga penting. Program edukasi orang tua yang diselenggarakan oleh pemerintah dan organisasi non‑profit dapat meningkatkan kompetensi komunikasi keluarga. Kebijakan yang mendukung layanan konseling psikologis di tingkat komunitas juga membantu mengidentifikasi dan menangani masalah sejak dini.
Dengan mengintegrasikan komunikasi hangat ke dalam rutinitas sehari‑hari, keluarga tidak hanya menciptakan rasa aman, tetapi juga menyiapkan anak untuk menjadi individu yang resilien, empatik, dan berdaya saing di masa depan.