histats

Kompolnas: Tesis Polisi Kabur ke Sungai Tak Terbukti, Mereka Dibunuh Dulu dan Dibuang

Kompolnas: Tesis Polisi Kabur ke Sungai Tak Terbukti, Mereka Dibunuh Dulu dan Dibuang

Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan bahwa dugaan tiga anggota kepolisian yang menghilang di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, bukan karena mereka melarikan diri ke sungai, melainkan karena mereka telah dibunuh dan jenazahnya dibuang sebelum laporan kehilangan dibuat.

Pada Senin, 6 Juli 2026, tim khusus Kompolnas melakukan pemeriksaan ke sejumlah lokasi yang sebelumnya disebut-sebut sebagai kemungkinan tempat para polisi tersebut melarikan diri, termasuk tepi Sungai Katingan. Hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada jejak fisik yang menguatkan teori pelarian.

Berikut rangkaian temuan utama Kompolnas:

  • Tim tidak menemukan jejak kaki, pakaian, atau barang pribadi yang ditinggalkan di tepi sungai.
  • Analisis video CCTV di pos ronda sekitar area tidak merekam aktivitas mencurigakan pada malam 4‑5 Juli 2026.
  • Wawancara dengan saksi lokal mengungkapkan bahwa pada malam kejadian terdapat suara tembakan di daerah pedalaman, namun tidak ada laporan resmi tentang kejadian tersebut.
  • Penggunaan peralatan forensik air menunjukkan tidak ada tanda-tanda tubuh manusia yang terendam di bagian sungai yang dipersurvei.

Setelah menolak hipotesis pelarian, Kompolnas beralih pada kemungkinan pembunuhan. Penelusuran bukti mengarah pada satu titik: sebuah lokasi pemakaman informal di pinggiran desa yang diketahui sebagai tempat pembuangan mayat. Tim forensik menemukan sisa-sisa jaringan saraf yang konsisten dengan korban laki-laki dewasa, serta beberapa barang pribadi yang dapat diidentifikasi sebagai milik ketiga polisi.

Ketiga anggota polisi tersebut, yaitu Brigadir Junaidi (34 tahun), Sersan Andi Prasetyo (29 tahun), dan Polisi Dua Rudi Hartono (31 tahun), sebelumnya terlibat dalam operasi anti‑narkotika di wilayah Katingan. Menurut laporan internal, operasi tersebut menimbulkan ketegangan dengan jaringan kriminal setempat.

Berita ini memicu reaksi keras dari keluarga korban dan organisasi kepolisian. Keluarga menuntut transparansi penuh dan proses hukum yang cepat, sementara Pusat Penegakan Integritas (PPI) mengumumkan akan membuka penyelidikan terpisah terhadap potensi keterlibatan oknum internal.

Kompolnas menegaskan akan terus menelusuri semua jalur penyelidikan, termasuk memeriksa catatan komunikasi pribadi korban pada tiga hari sebelum hilang, serta menelusuri aliran uang yang mencurigakan dalam rekening resmi mereka.

Kasus ini menambah daftar insiden keamanan internal yang menimbulkan pertanyaan tentang integritas dan perlindungan anggota kepolisian di daerah terpencil. Pemerintah daerah Katingan berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan Polri pusat untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *