Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Presiden Prabowo Subianto menyoroti peningkatan kekayaan nasional selama tujuh tahun terakhir dan menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas utama pemerintahannya. Menurut data yang dipublikasikan oleh lembaga statistik negara, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan sejak 2017, mencerminkan akumulasi nilai aset nasional yang lebih tinggi.
Berikut adalah rangkuman pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam periode 2017-2023:
| Tahun | PDB (USD Triliun) | Persentase Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| 2017 | 0,93 | 5,1% |
| 2018 | 1,02 | 5,2% |
| 2019 | 1,11 | 5,0% |
| 2020 | 1,06 | 2,1% (penurunan akibat pandemi) |
| 2021 | 1,15 | 3,7% |
| 2022 | 1,27 | 4,9% |
| 2023 | 1,38 | 5,3% |
Data di atas menunjukkan akumulasi nilai ekonomi yang terus naik, meski terdapat penurunan singkat pada tahun 2020. Prabowo menyatakan bahwa peningkatan ini merupakan bukti bahwa kebijakan fiskal dan investasi dalam infrastruktur memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Namun, Presiden menegaskan bahwa pencapaian ekonomi tidak boleh dibayangi praktik korupsi. “Jika kita ingin memaksimalkan manfaat pertumbuhan ekonomi untuk seluruh rakyat, pemerintah tidak boleh toleran terhadap korupsi. Setiap kebijakan harus transparan, akuntabel, dan bebas dari kepentingan pribadi,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers.
Beberapa analis menilai bahwa klaim peningkatan kekayaan nasional harus didukung oleh mekanisme pengawasan yang kuat. Mereka menekankan pentingnya reformasi birokrasi, peningkatan kualitas sistem pengadaan, serta penguatan lembaga antikorupsi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar‑benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Prabowo juga mengumumkan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Peningkatan anggaran untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga pengawas keuangan.
- Penerapan sistem e‑procurement yang terintegrasi pada semua kementerian.
- Penguatan whistleblower protection untuk melindungi pelapor kasus korupsi.
Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan peningkatan kekayaan nasional tidak hanya tercermin dalam angka statistik, melainkan juga dalam peningkatan kesejahteraan rakyat secara merata.