Setapak Langkah – 07 Juni 2026 | Komisi Konservasi Pesisir (KKP) kembali menegaskan komitmen terhadap kelestarian ekosistem laut dengan memperkuat aksi kolaboratif pada rangkaian peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 yang diselenggarakan di Bali. Kegiatan ini melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk lembaga pemerintah, LSM lingkungan, komunitas nelayan, serta institusi akademik.
Tujuan Utama
- Meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi laut dan terumbu karang.
- Memperkuat sinergi lintas sektoral dalam pelaksanaan program pemulihan ekosistem laut.
- Menjalin jaringan aksi berkelanjutan yang dapat ditindaklanjuti setelah peringatan berakhir.
Rangkaian Kegiatan
Pada tanggal 8 Juni 2026 (World Ocean Day) dan 27 Juni 2026 (Coral Triangle Day), KKP menyelenggarakan serangkaian acara yang meliputi:
- Workshop ilmiah tentang pemulihan terumbu karang dengan partisipasi pakar kelautan.
- Penanaman bibit karang di kawasan konservasi Bali Barat.
- Dialog kebijakan antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas nelayan.
- Festival edukatif untuk anak‑anak dan masyarakat umum yang menampilkan pameran interaktif serta lomba foto bawah laut.
Data Partisipasi
| Kegiatan | Jumlah Peserta | Institusi Pendukung |
|---|---|---|
| Workshop Ilmiah | 120 | UB, LIPI, WWF‑Indonesia |
| Penanaman Karang | 85 | Komunitas Nelayan, Balai Konservasi |
| Dialog Kebijakan | 60 | DPD, Kementerian Kelautan |
| Festival Edukasi | 1.500 | Komunitas Sekolah, Media Lokal |
Seluruh kegiatan dirancang untuk menghasilkan output konkret, seperti penanaman lebih dari 3.000 bibit karang dan penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan diajukan ke pemerintah daerah Bali. KKP berharap inisiatif ini dapat menjadi model aksi kolaboratif bagi wilayah lain di kawasan Segitiga Karang.
Keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada satu hari peringatan, melainkan pada komitmen jangka panjang yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan ekosistem laut Indonesia dapat pulih dan tetap menjadi sumber daya alam yang mendukung ekonomi biru serta kesejahteraan masyarakat pesisir.