Setapak Langkah – 28 April 2026 | Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat setelah meraih predikat terbaik pertama dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting pada ajang evaluasi program nasional.
Penghargaan ini diberikan karena provinsi berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan menurunkan prevalensi stunting pada balita. Dalam tiga tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kepri turun dari 12,5% menjadi 7,8%, sementara prevalensi stunting berkurang dari 21,3% menjadi 14,7%.
Berbagai program strategis menjadi faktor utama pencapaian tersebut, antara lain:
- Penerapan Program Keluarga Harapan (PKH) yang terintegrasi dengan layanan kesehatan dasar.
- Peningkatan akses air bersih dan sanitasi melalui pembangunan infrastruktur desa.
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan pemberian modal usaha mikro.
- Penguatan layanan gizi pada posyandu serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin.
Insentif Rp3 miliar tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat program berkelanjutan, termasuk:
- Pengembangan jaringan layanan kesehatan di wilayah terpencil.
- Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan kerja bagi keluarga miskin.
- Ekspansi program sanitasi dan air bersih di daerah rawan stunting.
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa dana ini akan dikelola secara transparan dengan melibatkan stakeholder lokal, termasuk LSM, tokoh masyarakat, dan sektor swasta, guna memastikan manfaat langsung sampai kepada keluarga yang membutuhkan.
Keberhasilan Kepri dalam menurunkan kemiskinan dan stunting menjadi contoh bagi provinsi lain dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.