Setapak Langkah – 24 Juni 2026 | Kepala Badan Standardisasi, Koordinasi, dan Pengembangan Daerah (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo menegaskan pentingnya inovasi sebagai jawaban utama atas tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah saat ini.
Tantangan fiskal meliputi menurunnya pendapatan asli daerah, peningkatan beban hutang, serta tekanan untuk menyediakan layanan publik yang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong pemda mencari cara baru agar keuangan tetap sehat.
- Digitalisasi proses administrasi dan layanan publik untuk mengurangi biaya operasional.
- Pengelolaan aset daerah secara terintegrasi, termasuk inventarisasi dan pemanfaatan kembali aset tak terpakai.
- Kemitraan publik‑swasta (PPP) yang memungkinkan investasi swasta dalam infrastruktur dan layanan.
- Pengembangan model pendapatan baru, seperti pajak daerah berbasis teknologi dan layanan berbayar berbasis data.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain audit aset daerah secara menyeluruh, pembuatan platform data terbuka untuk transparansi, pelatihan kapasitas SDM daerah dalam penggunaan teknologi, serta pemberian insentif fiskal bagi daerah yang berhasil menerapkan inovasi.
Yusharto menutup dengan optimisme bahwa jika inovasi diintegrasikan secara konsisten, daerah akan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran, memperluas basis pendapatan, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.