Setapak Langkah – 17 April 2026 | Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Ekosistem Digital di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 7 Probolinggo. Monitoring ini bertujuan menilai sejauh mana program Penguatan Pengembangan Tunas (PP Tunas) telah dijalankan di lapangan.
Tim pemantau menemukan bahwa implementasi PP Tunas di SRT 7 Probolinggo tergolong cukup baik. Beberapa indikator utama yang menunjukkan kemajuan meliputi:
- Peningkatan infrastruktur jaringan internet dengan kecepatan rata-rata 15 Mbps di setiap kelas.
- Penyelenggaraan pelatihan digital bagi guru dan siswa sebanyak 12 kali dalam setahun.
- Kemitraan dengan perusahaan teknologi lokal untuk penyediaan perangkat keras dan perangkat lunak pembelajaran.
- Pengadaan laboratorium komputer yang dilengkapi dengan 40 unit PC dan software edukasi terkini.
- Peningkatan literasi digital siswa, tercermin dari peningkatan nilai rata-rata kompetensi digital sebesar 18%.
Walaupun hasilnya positif, tim juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi, antara lain:
- Keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan jaringan dan pembaruan perangkat.
- Kesulitan akses internet di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada jaringan seluler.
- Kebutuhan pelatihan lanjutan bagi guru agar dapat memaksimalkan penggunaan platform pembelajaran digital.
Untuk meningkatkan kualitas implementasi ke depannya, Kemkomdigi menyarankan langkah-langkah berikut:
- Memperluas cakupan jaringan broadband dengan melibatkan operator telekomunikasi regional.
- Menjalin kerja sama lebih intensif dengan sektor swasta untuk penyediaan perangkat dan konten digital.
- Mengadakan program mentoring berkelanjutan bagi guru dan kepala sekolah.
- Melakukan evaluasi triwulanan untuk memantau progres dan menyesuaikan kebijakan.
Secara keseluruhan, implementasi PP Tunas di SRT 7 Probolinggo menunjukkan kemajuan signifikan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Upaya berkelanjutan dan dukungan semua pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital pendidikan di wilayah tersebut.