Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | Kementerian Pertahanan (Kemhan) memutuskan untuk menghapus materi militer dari program pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih. Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal yang menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan peserta.
Kopdes Merah Putih merupakan lembaga pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada pembinaan calon manajer di lingkungan pertahanan. Sebelumnya, kurikulum mencakup latsarmil–latihan dasar militer yang meliputi taktik, teknik, dan disiplin fisik.
Penghapusan materi tersebut didasarkan pada dua pertimbangan utama: pertama, risiko cedera yang meningkat akibat aktivitas fisik intensif; kedua, kebutuhan untuk menyesuaikan program dengan standar pendidikan sipil yang lebih luas.
Pejabat Kemhan yang tidak disebutkan namanya menyatakan, “Keselamatan peserta adalah prioritas utama. Oleh karena itu, kami menyesuaikan materi pelatihan agar tetap relevan tanpa menimbulkan bahaya yang tidak perlu.”
Langkah ini juga diharapkan dapat memperluas akses bagi calon manajer yang tidak memiliki latar belakang militer, sehingga Kopdes Merah Putih dapat menarik talent yang lebih beragam.
Berikut beberapa perubahan utama yang akan diterapkan:
- Pembekalan kepemimpinan berbasis studi kasus.
- Pelatihan manajemen proyek dan logistik.
- Workshop etika dan kebijakan pertahanan.
- Penggantian latsarmil dengan simulasi digital yang mengurangi beban fisik.
Para peserta yang telah terdaftar akan diinformasikan mengenai penyesuaian jadwal dan materi melalui email resmi. Seluruh perubahan dijadwalkan mulai kuartal berikutnya.
Meskipun keputusan ini menuai beragam tanggapan, sebagian besar pihak menilai langkah tersebut sebagai upaya progresif untuk modernisasi pelatihan di sektor pertahanan.