Setapak Langkah – 02 Juli 2026 | Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat – Pada malam hari kemarin, tiga orang santri dari sebuah pondok pesantren di wilayah Batukliang menjadi korban pembakaran yang mengerikan. Salah satu korban tewas di tempat, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Pihak kepolisian setempat segera melakukan pengamanan lokasi, mengamankan barang bukti, dan memulai penyelidikan. Hingga kini, sebanyak 17 saksi telah dipanggil untuk memberikan keterangan, termasuk santri yang selamat, staf pondok, serta warga yang berada di sekitar area kejadian.
- Identitas korban: tiga santri berusia antara 15 hingga 19 tahun.
- Korban meninggal: satu santri mengalami luka bakar tingkat tiga pada bagian tubuh atas.
- Korban selamat: dua santri mengalami luka bakar tingkat dua, dirawat di RSUD Lombok Tengah dengan kondisi stabil.
Polisi mengindikasikan bahwa motif pembakaran masih dalam penyelidikan. Beberapa dugaan awal mencakup konflik internal di lingkungan pondok, perselisihan pribadi, atau tindakan kriminal yang berhubungan dengan kepemilikan lahan. Tim penyidik menelusuri rekaman CCTV di sekitar pondok, memeriksa jejak kaki, serta mengumpulkan pernyataan saksi untuk mengidentifikasi pelaku.
Ketua Pengurus Pondok Pesantren (Pondok) menyatakan keprihatinannya atas kejadian ini dan meminta agar proses hukum berjalan cepat serta adil. “Kami berharap pihak berwajib dapat menemukan pelaku secepatnya agar keadilan bagi korban dan keluarga dapat terpenuhi,” ujarnya.
Komunitas setempat juga menggelar doa bersama di masjid terdekat, memohon agar korban yang meninggal diberikan ketenangan dan korban luka cepat sembuh. Mereka juga menyerukan peningkatan keamanan di lingkungan pesantren, mengingat kejadian serupa dapat menimbulkan ketakutan di kalangan santri dan orang tua.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa semua saksi akan diproses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan forensik pada tempat kejadian. Hasil penyelidikan diharapkan dapat dipublikasikan dalam beberapa hari ke depan.