Setapak Langkah – 03 Agustus 2026 | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menugaskan kapal patroli milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), KM Mutiara Sentosa II, untuk melaksanakan operasi evakuasi di wilayah perairan yang rawan. Penugasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam menangani potensi bencana maritim dan kecelakaan laut.
Kapalan tersebut dilengkapi dengan fasilitas penyelamatan, ruang medis, serta peralatan komunikasi canggih, sehingga dapat menanggapi situasi darurat secara cepat dan efektif. Dalam operasi ini, Kemenhub bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta otoritas pelabuhan setempat.
Berikut tahapan utama yang akan dilaksanakan oleh KM Mutiara Sentosa II:
- Penempatan kapal di titik strategis sesuai arahan koordinasi lintas lembaga.
- Surveilans dan pemantauan kondisi laut menggunakan radar dan sistem AIS.
- Evakuasi penumpang atau korban yang terjebak di kapal atau perahu kecil yang mengalami kecelakaan.
- Pemberian pertolongan pertama dan transportasi ke fasilitas medis terdekat.
- Laporan situasi secara real‑time kepada pusat komando Kemenhub.
Selain itu, Kemenhub menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat pesisir melalui sosialisasi prosedur evakuasi dan penggunaan peralatan keselamatan. Diharapkan kehadiran KM Mutiara Sentosa II dapat menurunkan risiko kehilangan jiwa serta meminimalisir kerugian material dalam menghadapi situasi darurat di laut.