Setapak Langkah – 13 Juni 2026 | Kementerian Pariwisata meluncurkan inisiatif pemetaan daerah dengan produk unggulan autentik yang berpotensi menjadi destinasi wisata belanja. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian lokal, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia melalui produk tradisional.
Tim survei yang dibentuk oleh kementerian menilai potensi pasar, mengumpulkan data produk, dan menyusun peta digital yang menyoroti wilayah‑wilayah dengan nilai jual tinggi. Sepuluh provinsi utama menjadi fokus awal, dengan penilaian mencakup keberagaman produk, kualitas, serta kesiapan infrastruktur.
Berikut beberapa daerah yang teridentifikasi memiliki daya tarik kuat bagi wisata belanja:
- Yogyakarta – batik klasik, kerajinan perak, dan anyaman tradisional.
- Bandung – fashion streetwear, aksesori denim, serta produk kreatif berbahan daur ulang.
- Surabaya – perhiasan emas tradisional, tas kulit, dan barang antik.
- Medan – tenun ulos, kerajinan rotan, serta makanan khas yang dapat dijadikan souvenir.
- Makassar – anyaman kelapa, kerajinan kayu, serta produk perikanan olahan.
Dengan pemetaan ini, diharapkan UMKM di tiap daerah mendapatkan akses pasar yang lebih luas, termasuk platform digital nasional. Pemerintah berkomitmen menyediakan pelatihan pemasaran, bantuan promosi, dan peningkatan infrastruktur transportasi serta jaringan internet.
Implementasi program diproyeksikan dapat menambah pendapatan sektor pariwisata hingga 15 % dalam tiga tahun ke depan, sekaligus menciptakan ribuan lapangan kerja baru bagi komunitas lokal.