Setapak Langkah – 21 Mei 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rabu, 17 Mei 2026, mengumumkan pelaksanaan lelang 13 blok minyak dan gas bumi (migas) dalam skema Indonesia Production Sharing Contract (IPSC) Convex. Lelang ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penambahan cadangan energi domestik dan mengurangi ketergantungan impor.
Ruang lingkup lelang mencakup wilayah lepas pantai selatan Sumatera dan timur Kalimantan dengan total luas sekitar 15.300 kilometer persegi. Estimasi cadangan gabungan dari 13 blok tersebut mencapai sekitar 3,2 bilyar barel minyak setara dan 6,5 triliun standar meter kubik gas.
Proses lelang akan dibuka pada 30 Juni 2026 dengan tahap evaluasi penawaran yang dijadwalkan selesai pada akhir Agustus 2026. Pemenang lelang akan diberikan hak kontrak selama 30 tahun, dengan opsi perpanjangan hingga 10 tahun tambahan bila produksi mencapai ambang yang ditetapkan.
Berikut adalah daftar blok yang akan dilelang beserta perkiraan cadangan masing‑masing:
| Blok | Lokasi | Cadangan Minyak (MMbbl) | Cadangan Gas (BCM) |
|---|---|---|---|
| Block A‑1 | Selatan Sumatera | 350 | 800 |
| Block B‑2 | Timur Kalimantan | 410 | 950 |
| Block C‑3 | Selatan Sumatera | 290 | 670 |
| Block D‑4 | Timur Kalimantan | 380 | 720 |
| Block E‑5 | Selatan Sumatera | 260 | 560 |
| Block F‑6 | Timur Kalimantan | 300 | 610 |
| Block G‑7 | Selatan Sumatera | 330 | 740 |
| Block H‑8 | Timur Kalimantan | 410 | 830 |
| Block I‑9 | Selatan Sumatera | 270 | 590 |
| Block J‑10 | Timur Kalimantan | 350 | 770 |
| Block K‑11 | Selatan Sumatera | 310 | 680 |
| Block L‑12 | Timur Kalimantan | 290 | 650 |
| Block M‑13 | Selatan Sumatera | 340 | 720 |
Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan ke‑13 blok diperkirakan mencapai US$ 12 miliar. Pemerintah menargetkan bahwa produksi kumulatif dari blok‑blok tersebut dapat mencapai 150 ribu barel per hari pada tahun 2030, yang diharapkan dapat menambah pasokan energi nasional sebesar 5 %.
Beberapa perusahaan migas dalam dan luar negeri telah menyatakan minat untuk berpartisipasi, antara lain PT Pertamina (Persero), PT Medco Energi Internasional, Chevron Pacific Indonesia, serta konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Jepang dan Korea Selatan.
Lelang ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2025‑2045 yang menekankan pada diversifikasi sumber energi dan peningkatan cadangan domestik. Pemerintah berharap melalui lelang ini dapat memperkuat basis produksi migas, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor energi.