Setapak Langkah – 07 Agustus 2026 | Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian intensif terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dipasang sepanjang jaringan Tol Trans-Jawa. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Identifikasi lokasi strategis yang memiliki eksposur sinar matahari optimal.
- Analisis teknis terkait integrasi sistem PLTS dengan infrastruktur jalan, termasuk keamanan struktural dan pemeliharaan.
- Estimasi kapasitas produksi energi listrik per kilometer jalan tol.
- Perhitungan biaya investasi, operasional, serta potensi pengembalian investasi (ROI).
- Penilaian dampak lingkungan, termasuk pengurangan emisi CO2 dan kontribusi terhadap target energi bersih nasional.
Berikut adalah proyeksi kapasitas PLTS yang dapat dipasang di beberapa ruas Tol Trans-Jawa, berdasarkan data sinar matahari rata-rata dan lebar lajur jalan:
| Ruas Tol | Provinsi | Potensi PLTS (MW) |
|---|---|---|
| Jabodetabek – Cirebon | Jawa Barat | 120 |
| Cirebon – Brebes | Jawa Tengah | 95 |
| Brebes – Semarang | Jawa Tengah | 110 |
| Semarang – Surakarta | Jawa Tengah | 130 |
| Surakarta – Yogyakarta | Daerah Istimewa Yogyakarta | 85 |
| Yogyakarta – Surabaya | Jawa Timur | 150 |
Jika seluruh potensi tersebut terwujud, total kapasitas PLTS sepanjang Tol Trans-Jawa dapat mencapai lebih dari 690 MW, yang cukup untuk memasok listrik bagi ratusan ribu rumah tangga.
Pengembangan PLTS di jalur tol juga diharapkan memberikan manfaat tambahan, antara lain:
- Meningkatkan kemandirian energi regional.
- Mengurangi beban jaringan listrik konvensional pada jam puncak.
- Menciptakan lapangan kerja baru dalam sektor instalasi dan pemeliharaan panel surya.
- Menjadi model integrasi infrastruktur transportasi dengan energi bersih bagi proyek serupa di wilayah lain.
Untuk melanjutkan rencana ini, Kementerian ESDM berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol, perusahaan operator tol, serta investor swasta yang memiliki pengalaman di bidang energi surya. Jadwal implementasi diproyeksikan dimulai pada kuartal ketiga 2025 dengan tahap pilot di beberapa titik strategis, kemudian diikuti oleh ekspansi menyeluruh pada tahun 2027.
Keberhasilan proyek PLTS sepanjang Tol Trans-Jawa diharapkan menjadi tonggak penting dalam pencapaian target bauran energi terbarukan Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan infrastruktur yang ada untuk mendukung transisi energi berkelanjutan.