Setapak Langkah – 25 April 2026 | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Praka Rico Pramudia, anggota Pasukan Kavaleri (Praka) yang gugur di Lebanon setelah menjalani perawatan medis intensif akibat luka berat yang diderita saat menjalankan tugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah tersebut (UNIFIL).
Rico, yang berusia 32 tahun, mengalami kecelakaan pada tanggal 12 Maret 2024 ketika sebuah kendaraan militer yang dikemudikannya terlibat dalam serangan rudal anti-tank di dekat kota Tyre. Luka-luka yang diderita meliputi cedera pada anggota badan dan trauma kepala yang serius. Setelah dievakuasi ke rumah sakit militer di Beirut, ia dirawat selama tiga minggu dengan harapan dapat pulih dan kembali melanjutkan tugas.
- 12 Maret 2024 – Kecelakaan di wilayah Tyre, Lebanon.
- 13–30 Maret 2024 – Perawatan intensif di Rumah Sakit Militer Beirut.
- 1 April 2024 – Kementerian Pertahanan mengumumkan duka cita.
Sayangnya, kondisi medisnya tidak menunjukkan perbaikan signifikan. Pada tanggal 31 Maret 2024, tim medis memutuskan untuk menghentikan semua upaya penyelamatan yang bersifat suportif, dan Rico dinyatakan meninggal dunia pada pagi harinya. Kemenhan melalui Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya di satuan.
Dalam pernyataannya, Kemenhan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung anggota TNI yang bertugas di luar negeri, termasuk memberikan bantuan medis terbaik serta dukungan psikologis kepada keluarga yang ditinggalkan. “Pengorbanan prajurit kami dalam melaksanakan misi perdamaian tidak akan pernah terlupakan,” ujar Jenderal Andika.
Kejadian ini menambah daftar panjang prajurit Indonesia yang gugur dalam tugas internasional, mengingat peran Indonesia dalam UNIFIL sejak tahun 1976. Pihak militer berharap agar insiden serupa dapat diminimalisir melalui peningkatan prosedur keamanan dan koordinasi yang lebih ketat dengan otoritas setempat.