Setapak Langkah – 06 Juli 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan kesiapan penuh untuk meluncurkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada tahun ajaran 2024/2025. Program ini bertujuan menyatukan pendidikan dasar, menengah, dan kejuruan dalam satu satuan pendidikan terintegrasi, sehingga menciptakan jalur pembelajaran yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Berikut poin‑poin utama program:
- Integrasi kurikulum: Penyusunan kurikulum terpadu yang menggabungkan mata pelajaran umum, kejuruan, dan kompetensi hidup.
- Pengembangan SDM: Pelatihan intensif bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menguasai metodologi pembelajaran terpadu.
- Fasilitas dan teknologi: Penyediaan laboratorium, workshop, serta platform e‑learning yang dapat diakses oleh seluruh siswa.
- Pembiayaan: Anggaran khusus sebesar Rp 12 triliun dialokasikan untuk fase awal, termasuk subsidi bagi sekolah di daerah terpencil.
- Monitoring dan evaluasi: Sistem evaluasi berbasis data yang akan dilaporkan setiap semester kepada Kementerian.
Implementasi SNT diharapkan dapat menurunkan angka putus sekolah, meningkatkan kesiapan kerja lulusan, serta mengurangi kesenjangan pendidikan antar wilayah. Pemerintah juga menargetkan peningkatan partisipasi industri dalam penyusunan kurikulum kejuruan, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.
Selain itu, Kemendikdasmen menegaskan bahwa program ini akan tetap terbuka untuk revisi berdasarkan masukan dari guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan SNT dapat menjadi model pendidikan nasional yang dapat direplikasi di masa mendatang.