Setapak Langkah – 25 Juni 2026 | JAKARTA — Dana Moneter Internasional (IMF) bersama Biro Statistik Nasional China (NBS) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan metode standar pengukuran ekonomi digital. Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam menilai kontribusi sektor digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, e‑commerce, dan layanan data besar, terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China.
China selama beberapa tahun terakhir mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang dipimpin oleh inovasi teknologi. Produk digital kini menyumbang lebih dari satu pertiga PDB, menurut data internal NBS. Namun, karena metodologi tradisional belum sepenuhnya mencakup aktivitas online, terdapat celah signifikan dalam perhitungan resmi.
MoU tersebut mencakup tiga fokus utama:
- Penyusunan kerangka kerja kuantitatif untuk menilai nilai tambah AI, komputasi awan, dan layanan digital lainnya.
- Pengembangan basis data real‑time yang mengintegrasikan statistik e‑commerce, transaksi fintech, dan penggunaan infrastruktur digital.
- Pelatihan teknis bagi staf NBS serta pertukaran pengetahuan dengan tim riset IMF.
IMF menilai bahwa standar pengukuran yang akurat penting bagi kebijakan makroekonomi, terutama dalam mengatur risiko inflasi digital, alokasi investasi, dan penyesuaian kebijakan fiskal. Kerjasama ini juga diharapkan menjadi model bagi negara‑negara lain yang tengah memperkuat ekonomi digital mereka.
Selain aspek teknis, perjanjian ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk meningkatkan transparansi data. IMF akan menyediakan dukungan metodologis, sementara NBS akan mengumpulkan data lapangan dan menyajikannya dalam format yang dapat diakses oleh lembaga internasional.
Langkah ini muncul di tengah diskusi global tentang cara mengukur nilai ekonomi dari teknologi baru. Beberapa organisasi internasional, termasuk OECD, telah mengusulkan pedoman serupa, namun China menjadi negara pertama yang menandatangani MoU langsung dengan IMF untuk fokus khusus pada AI dan cloud computing.
Para pakar memperkirakan bahwa hasil dari proyek ini dapat mengubah cara dunia menilai pertumbuhan ekonomi digital, memberikan gambaran yang lebih realistis tentang kontribusi sektor teknologi terhadap PDB global.