Kejadian Keracunan MBG di Sumut Diduga Karena Ikan Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam

Kejadian Keracunan MBG di Sumut Diduga Karena Ikan Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam

Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Pada akhir pekan lalu, sejumlah warga di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara melaporkan gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan berbasis ikan yang dikenal dengan sebutan MBG. Pemerintah daerah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat lebih dari 20 kasus dengan gejala mual, muntah, dan diare, serta tiga di antaranya memerlukan perawatan intensif.

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa ikan yang menjadi bahan utama MBG tidak disimpan di freezer selama minimal 12 jam sebelum diolah. Penyimpanan yang tidak memadai diperkirakan menyebabkan pertumbuhan bakteri berbahaya, khususnya *Staphylococcus aureus* dan *Clostridium perfringens*, yang dapat memicu keracunan makanan.

Menanggapi temuan tersebut, Badan Garansi Nasional (BGN) bersama BPOM telah memperketat pengawasan pada rantai pasok bahan makanan di wilayah tersebut. Pemeriksaan ulang dilakukan pada semua outlet yang menjual MBG, serta penertiban terhadap praktik penyimpanan yang melanggar standar kebersihan.

Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa:

  1. Pastikan ikan segar segera dibekukan pada suhu -18°C atau lebih rendah dalam waktu tidak lebih dari 2 jam setelah penangkapan.
  2. Simpan ikan beku minimal selama 12 jam sebelum proses pengolahan untuk membunuh patogen yang mungkin ada.
  3. Gunakan termometer digital untuk memantau suhu freezer secara berkala.
  4. Lakukan pelatihan rutin bagi staf dapur mengenai prosedur penyimpanan dan kebersihan makanan.
  5. Implementasikan sistem pencatatan suhu (log temperature) yang dapat diaudit oleh otoritas terkait.

Ahli gizi dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Siti Rahmawati, menekankan pentingnya kesadaran konsumen: “Masyarakat perlu menanyakan asal-usul dan cara penyimpanan bahan makanan, terutama produk laut, sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsi. Praktik penyimpanan yang tepat adalah kunci utama untuk menghindari keracunan.

Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha kuliner di seluruh Indonesia bahwa standar keamanan pangan tidak dapat diabaikan. Dengan penegakan regulasi yang lebih ketat dan edukasi publik yang berkelanjutan, diharapkan insiden serupa tidak terulang kembali.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *