Setapak Langkah – 24 April 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang akrab dipanggil KDM, menyoroti peningkatan jumlah ikan sapu-sapu (Barbonymus gonionotus) di berbagai sungai sebagai indikator utama bahwa kualitas air mengalami penurunan.
Beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan populasi ikan sapu-sapu antara lain:
- Penambahan limbah rumah tangga tanpa pengolahan yang memadai.
- Penggunaan pupuk dan pestisida pertanian yang mengalir ke sungai melalui aliran permukaan.
- Proses industri yang belum menerapkan standar pembuangan limbah cair.
- Kurangnya fasilitas pengelolaan sampah di wilayah sekitar sungai.
KDM menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan ini, meliputi:
- Peningkatan jaringan pengolahan air limbah domestik di kota-kota besar dan daerah pedesaan.
- Penerapan regulasi ketat bagi industri yang berpotensi mencemari badan air.
- Program edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.
- Monitoring rutin kualitas air dengan bantuan lembaga penelitian dan universitas.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, pelaku industri, dan warga, untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan sungai demi kelestarian ekosistem dan kesehatan publik.