Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk menilai kesiapan produksi dan distribusi bahan bakar berkelanjutan, termasuk Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan bahan bakar nabati B50. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kedaulatan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Selama di lapangan, Iriawan bertemu dengan pihak terkait dari industri penerbangan, pelabuhan, dan lembaga riset. Ia menekankan bahwa pasokan energi yang handal menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional.
- SAF (Sustainable Aviation Fuel): Pemerintah menargetkan produksi SAF setidaknya 1,5 juta liter per tahun pada 2025. Pertamina sedang menguji teknologi konversi biomassa menjadi bahan bakar aviasi yang memenuhi standar internasional.
- B50 (Bahan Bakar Nabati 50%): Program B50 berfokus pada pencampuran 50% biodiesel dengan solar. Pada akhir 2024, diharapkan ada 15 stasiun pengisian bahan bakar di Jawa Timur yang melayani B50.
- Kolaborasi lintas sektor: Kerjasama dengan maskapai penerbangan, perusahaan logistik, dan universitas lokal untuk riset, pengujian, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Ia juga menambahkan bahwa Pertamina akan memperkuat jaringan distribusi di Jawa Timur, termasuk pembangunan depot khusus untuk bahan bakar berkelanjutan dan pelatihan tenaga kerja agar mampu mengelola teknologi baru.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Jawa Timur dapat menjadi contoh wilayah yang berhasil menggabungkan kedaulatan energi dengan upaya pengurangan emisi karbon, sejalan dengan target Indonesia pada Deklarasi Paris.