Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan beberapa hal penting usai pertemuan dengan jajaran pimpinan baru Badan Ginjal Nasional (BGN) pada hari Senin, 8 Juni 2026. Pertemuan tersebut difokuskan pada sinergi kebijakan antara Kementerian Kesehatan dan BGN dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Masyarakat Berperilaku Gizi (MBG) serta upaya pencegahan penyakit ginjal kronis.
Dalam sambutannya, Menkes menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dan menegaskan bahwa BGN akan menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat, deteksi dini, serta manajemen penyakit ginjal.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan Menkes setelah pertemuan:
- Penguatan jaringan edukasi MBG di seluruh provinsi melalui kerjasama dengan dinas kesehatan daerah.
- Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam skrining ginjal dini menggunakan peralatan portable.
- Penyusunan modul pelatihan berbasis digital untuk masyarakat dan relawan kesehatan.
- Peningkatan anggaran program MBG sebesar 15% untuk tahun anggaran 2027.
- Peluncuran kampanye nasional “Ginjal Sehat, Hidup Berkualitas” yang melibatkan media sosial dan komunitas lokal.
Menteri juga menegaskan bahwa BGN akan diberikan otonomi lebih besar dalam mengelola dana program, sekaligus diwajibkan melaporkan progres secara transparan setiap kuartal.
Langkah-langkah baru ini diharapkan dapat menurunkan angka prevalensi penyakit ginjal di Indonesia, yang saat ini masih berada di atas 10% pada populasi dewasa. Dengan sinergi antara Kementerian Kesehatan dan BGN, target penurunan prevalensi menjadi 8% pada akhir 2030 menjadi lebih realistis.
Selain itu, Menkes mengajak semua pihak, termasuk sektor swasta, lembaga non‑profit, dan komunitas akademik, untuk berpartisipasi aktif dalam program MBG. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi, mempermudah akses pemeriksaan, serta meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi gizi dan gaya hidup sehat.