Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyampaikan kesiapan TNI AD untuk mendukung inisiatif pengelolaan sampah di Bali yang berorientasi pada pemanfaatan energi terbarukan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama pemerintah provinsi Bali, Badan Pengelolaan Sampah Daerah, serta pihak swasta yang bergerak di bidang teknologi energi bersih.
Berikut adalah beberapa langkah yang direncanakan dalam rangka mewujudkan proyek tersebut:
- Identifikasi lokasi strategis: Penentuan titik penampungan sampah yang dekat dengan jaringan listrik dan transportasi.
- Pemilihan teknologi: Penggunaan teknologi pembakaran termal atau gasifikasi yang sudah terbukti efisien dalam mengonversi sampah menjadi listrik atau bahan bakar.
- Pembangunan infrastruktur: Pembangunan instalasi pengolahan, jaringan listrik pendukung, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar.
- Pelatihan SDM: Penyuluhan kepada aparat keamanan, tenaga kerja lokal, dan operator mengenai prosedur operasional serta keselamatan kerja.
- Monitoring dan evaluasi: Penerapan sistem pemantauan kinerja energi yang dihasilkan serta dampak lingkungan secara berkala.
Pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan diharapkan dapat memberikan dampak ganda: mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA serta menghasilkan listrik yang dapat dipasok ke jaringan daerah, khususnya di wilayah yang masih mengalami keterbatasan pasokan listrik.
Pemerintah Bali menargetkan agar proyek percontohan dapat beroperasi pada akhir tahun 2027, dengan harapan dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia. Dukungan TNI AD diharapkan mempercepat proses perizinan, penyiapan lahan, serta menjamin keamanan fasilitas dari potensi gangguan.
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan nasional yang menekankan pada penggunaan energi terbarukan serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020‑2024.