Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Direktorat Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (Kemendukbangga/BKKBN) menargetkan penunjukan sebanyak 5.669 orang tua asuh pada tahun 2026. Program ini merupakan upaya strategis untuk menurunkan angka stunting pada anak-anak di wilayah tersebut.
Stunting, atau pertumbuhan terhambat pada anak balita, masih menjadi permasalahan gizi yang signifikan di Indonesia. Di Kalimantan Timur, data terbaru menunjukkan bahwa masih terdapat ribuan anak yang berada pada risiko tinggi. Penunjukan orang tua asuh diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam memberikan asupan gizi, pemantauan pertumbuhan, dan edukasi kesehatan.
Berikut adalah langkah‑langkah utama yang direncanakan dalam program ini:
- Pemetaan wilayah prioritas: Identifikasi desa dan kecamatan dengan prevalensi stunting tertinggi.
- Seleksi orang tua asuh: Penetapan kriteria calon orang tua asuh yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk mendampingi keluarga dalam pemenuhan gizi anak.
- Pelatihan intensif: Penyuluhan tentang pola makan seimbang, pentingnya ASI eksklusif, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin.
- Monitoring dan evaluasi: Pengawasan berkala oleh tim BKKBN dan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan kepatuhan dan efektivitas program.
Target 5.669 orang tua asuh diproyeksikan dapat mencakup lebih dari 20.000 balita, mengingat masing‑masing orang tua asuh akan mendampingi rata‑rata tiga hingga empat anak. Diharapkan, dengan dukungan langsung dari keluarga, angka stunting di Kalimantan Timur dapat turun secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Pemerintah provinsi juga menyiapkan insentif berupa bantuan pangan dan peralatan kesehatan bagi orang tua asuh yang berhasil melaksanakan program dengan baik. Kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan tokoh masyarakat setempat diharapkan dapat memperluas jangkauan dan meningkatkan keberlanjutan inisiatif ini.