Setapak Langkah – 28 April 2026 | Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Geopark (BPPG) tengah melakukan kajian intensif terhadap kawasan Karst Sangkulirang‑Mangkalihat di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kajian tersebut bertujuan menilai kelayakan kawasan menjadi Geopark Nasional yang dapat memperkuat jaringan destinasi wisata berbasis keunikan geologi, biodiversitas, dan budaya lokal.
Latar Belakang Geologi
Karst Mangkalihat merupakan salah satu formasi karst terbesar di Indonesia, dengan jaringan gua, puncak batu kapur, dan aliran sungai subterranean yang terbentuk selama jutaan tahun. Keberagaman formasi ini tidak hanya menjadi nilai ilmiah, tetapi juga potensi atraksi wisata edukatif.
Tujuan Pengembangan Geopark
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi geologi dan ekosistem karst.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui ekowisata yang berkelanjutan.
- Memfasilitasi penelitian ilmiah dan pendidikan lingkungan bagi pelajar dan peneliti.
- Menjalin kerja sama antar‑instansi, termasuk pemerintah daerah, lembaga riset, dan komunitas adat.
Rencana Tahapan Pengembangan
| Tahapan | Deskripsi | Perkiraan Waktu |
|---|---|---|
| 1. Inventarisasi | Pengumpulan data geologi, flora, fauna, dan budaya | 2024‑2025 |
| 2. Penyusunan Masterplan | Rancangan pengelolaan kawasan dan infrastruktur wisata | 2025‑2026 |
| 3. Konsultasi Publik | Dialog dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan | 2026 |
| 4. Pengajuan ke Kementerian | Pengajuan proposal Geopark Nasional | 2027 |
| 5. Implementasi | Pembangunan fasilitas wisata, jalur edukasi, dan program pelestarian | 2028‑2030 |
Harapan dan Tantangan
Jika berhasil, Geopark Karst Mangkalihat diharapkan menjadi magnet wisata domestik dan internasional, sekaligus menjadi laboratorium terbuka bagi ilmuwan. Namun, tantangan utama meliputi perlindungan terhadap penambangan batu kapur, pengelolaan sampah wisata, serta memastikan partisipasi aktif masyarakat adat dalam pengambilan keputusan.
Pemerintah provinsi menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pelestarian alam, menjadikan Karst Mangkalihat sebagai contoh sukses geopark yang menginspirasi daerah lain di Indonesia.