Setapak Langkah – 30 April 2026 | Data terbaru menunjukkan bahwa total akun investor kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta, menandakan tingkat minat yang tetap tinggi meskipun pasar mengalami volatilitas global. Pertumbuhan ini tercatat dalam kurun waktu empat tahun terakhir, dengan peningkatan signifikan tiap tahunnya.
| Tahun | Jumlah Akun (juta) |
|---|---|
| 2020 | 12 |
| 2021 | 16 |
| 2022 | 18 |
| 2023 | 21 |
Para analis menilai bahwa faktor utama di balik lonjakan ini adalah adopsi teknologi blockchain yang semakin meluas, peningkatan literasi digital, serta kemudahan akses melalui platform pertukaran lokal seperti Tokopedia Crypto (Tokocrypto). Di tengah tekanan pasar internasional, Tokocrypto mengimbau para investor untuk mengadopsi strategi yang lebih fleksibel dan berorientasi pada manajemen risiko.
Strategi yang disarankan meliputi:
- Mengalokasikan hanya sebagian kecil portofolio ke aset kripto yang berisiko tinggi.
- Menggunakan teknik dollar‑cost averaging (DCA) untuk mengurangi dampak fluktuasi harga.
- Memantau indikator fundamental proyek, bukan semata‑mata hype media sosial.
- Menjaga likuiditas dengan menempatkan sebagian dana di stablecoin atau aset konvensional.
Selain itu, regulasi yang semakin jelas dari otoritas keuangan Indonesia memberikan rasa aman bagi investor baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat kerangka perlindungan konsumen, termasuk kewajiban platform pertukaran untuk melakukan verifikasi KYC dan AML secara ketat.
Dengan kombinasi faktor edukasi, regulasi yang mendukung, dan inovasi layanan, ekspektasi jumlah akun investor kripto diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.