Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Pemerintah Jepang mengumumkan rencana pembangunan layanan kereta ekspres yang akan menghubungkan Bandara Internasional Narita dan Bandara Internasional Haneda secara langsung. Proyek ini dijadwalkan selesai dan mulai beroperasi pada dekade 2030-an.
Kereta ekspres ini dirancang sebagai layanan terbatas yang menawarkan perjalanan cepat antara dua terminal utama Jepang, dengan waktu tempuh yang diperkirakan hanya sekitar 30 menit, jauh lebih singkat dibandingkan moda transportasi yang ada saat ini.
Beberapa poin penting dari proyek ini meliputi:
- Jarak tempuh sekitar 60 kilometer.
- Kecepatan operasional maksimum mencapai 200 km/jam.
- Stasiun khusus di kedua bandara yang terintegrasi dengan fasilitas terminal.
- Penggunaan teknologi kereta listrik dengan sistem kontrol otomatis.
- Target kapasitas penumpang hingga 15.000 orang per hari.
Rencana pendanaan proyek diperkirakan mencapai sekitar 2 triliun yen, dengan kontribusi dana dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta investasi swasta. Selain meningkatkan konektivitas, layanan ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas darat dan menurunkan emisi karbon.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa proyek ini dapat menghasilkan dampak positif sebesar 1,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dalam jangka panjang, serta menciptakan ribuan lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasional.
Berikut perkiraan tahapan implementasi:
| Tahap | Rentang Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Studi kelayakan & perencanaan | 2024‑2026 | Survei teknis, analisis dampak lingkungan |
| Pengadaan kontraktor & material | 2027‑2028 | Pemilihan konsorsium konstruksi |
| Konstruksi jalur & stasiun | 2029‑2032 | Pembangunan rel, instalasi sistem signalisasi |
| Uji coba & sertifikasi | 2033‑2034 | Pengujian operasional, pelatihan staf |
| Operasional komersial | 2035 | Mulai layanan penumpang umum |
Para pakar transportasi menyambut baik inisiatif ini, menilai bahwa koneksi langsung antara dua bandara utama akan memperkuat posisi Jepang sebagai hub transportasi internasional. Selain itu, layanan ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisatawan, mempercepat mobilitas bisnis, serta mendukung strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada transportasi berbasis bahan bakar fosil.
Dengan peluncuran yang direncanakan pada pertengahan 2030-an, kereta ekspres Narita‑Haneda menjadi salah satu proyek infrastruktur paling ambisius dalam dekade mendatang, menandai langkah signifikan menuju jaringan transportasi yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.