Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Jepang dan Indonesia baru-baru ini memulai pembicaraan resmi mengenai kemungkinan penjualan kapal perusak tipe Asagiri ke angkatan laut Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan di kawasan Indo‑Pasifik, di mana kedua negara berusaha meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan maritim masing‑masing.
Kapal Asagiri‑class merupakan kapal perusak multi‑peran yang dilengkapi dengan sistem senjata modern, radar, dan kemampuan anti‑kapal selam. Menurut sumber pemerintah Jepang, paket penjualan tidak hanya mencakup unit kapal, melainkan juga program pelatihan kru, dukungan teknis, serta bantuan operasional selama fase awal penggunaan.
Berikut poin‑poin utama yang dibahas dalam pertemuan kedua belah pihak:
- Pengiriman satu unit kapal Asagiri‑class dengan opsi tambahan untuk unit kedua dalam jangka menengah.
- Program pelatihan intensif bagi awak kapal Indonesia, meliputi simulasi, taktik pertempuran, dan pemeliharaan sistem senjata.
- Penempatan tim teknisi Jepang di pangkalan Indonesia untuk mendukung proses commissioning dan fase operasi awal.
- Pengaturan kontrak jangka panjang yang mencakup suku cadang dan upgrade teknologi.
Pihak Indonesia menilai akuisisi ini dapat menutup kesenjangan kemampuan maritim, terutama dalam hal patroli wilayah laut yang luas serta penanggulangan ancaman di perairan strategis. Sementara itu, pemerintah Jepang melihat peluang ini sebagai cara untuk memperkuat posisi strategisnya di kawasan, sekaligus mendukung industri pertahanan domestik.
Pengesahan resmi masih membutuhkan persetujuan parlemen masing‑masing negara dan penetapan nilai kontrak. Diperkirakan proses akhir dapat memakan waktu antara satu hingga dua tahun, tergantung pada hasil evaluasi teknis dan kebijakan anggaran.
Jika kesepakatan tercapai, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan kapal perusak berkelas Asagiri, yang diproyeksikan dapat meningkatkan profil pertahanan laut secara signifikan.