Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Kementerian Sosial Republik Indonesia telah menyalurkan bantuan logistik senilai Rp1,2 triliun ke pelabuhan Ende, Nusa Tenggara Timur, melalui jalur laut sebagai respons cepat terhadap gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Gempa yang terjadi baru-baru ini mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi, dengan empat kabupaten terdampak utama membutuhkan pasokan pokok dan kebutuhan mendesak. Kabupaten‑kabupaten yang menjadi fokus bantuan antara lain Kabupaten Ende, Alor, Nagekeo, dan Lembata.
Berikut ini adalah rangkuman barang yang diangkut dalam armada logistik:
| Item | Volume |
|---|---|
| Makanan pokok (beras, sagu, mie) | 10.000 ton |
| Air bersih dalam kemasan | 5.000.000 liter |
| Obat-obatan dan perlengkapan medis | 2.500 set |
| Tenda darurat | 15.000 unit |
| Selimut dan pakaian hangat | 30.000 set |
Armada yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok menempuh rute Laut Flores seluas kurang lebih 1.300 mil laut. Perkiraan waktu tempuh adalah tiga hari, dengan kedatangan dijadwalkan pada tanggal 23 September 2024. Setibanya di pelabuhan Ende, tim logistik akan melakukan distribusi langsung ke posko-posko penampungan yang telah dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Pengiriman ini diharapkan dapat menstabilkan kondisi para pengungsi, mengurangi risiko kelaparan, serta mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur dasar seperti sanitasi dan layanan kesehatan. Selain itu, penggunaan jalur laut dianggap lebih efisien mengingat kondisi darat yang masih terganggu oleh longsor dan kerusakan jalan.
Pemerintah terus memantau situasi di lapangan dan menyiapkan bantuan lanjutan, termasuk upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak.