Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Selat Hormuz, yang terletak di Teluk Persia, masih berada di bawah kontrol penutupan oleh Iran. Selat ini merupakan jalur strategis bagi ribuan kapal setiap tahunnya yang mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta gas alam cair dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.
Penutupan ini menimbulkan tantangan signifikan bagi perdagangan internasional, termasuk bagi kapal-kapal Indonesia yang rutin melintasi wilayah tersebut. Untuk mengurangi risiko dan memastikan kelancaran arus barang, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) bersama Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta Kementerian Luar Negeri melakukan serangkaian langkah koordinasi intensif.
- Mengadakan pertemuan rutin dengan otoritas maritim Iran dan negara‑negara penetral untuk memperoleh izin lintas selat secara khusus.
- Menyiapkan rencana alternatif rute pelayaran melalui Selat Bab el‑Mandeb atau Laut Merah, sambil menilai biaya tambahan dan waktu tempuh.
- Memberikan panduan operasional kepada operator kapal Indonesia, termasuk prosedur komunikasi, zona aman, dan protokol evakuasi darurat.
- Meningkatkan kapasitas kapal patroli Indonesia di perairan strategis untuk mendukung keamanan dan memberikan bantuan jika diperlukan.
- Berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk menyesuaikan premi asuransi maritime mengingat peningkatan risiko.
Selain langkah‑langkah tersebut, pemerintah juga menyiapkan tim khusus yang memantau perkembangan situasi geopolitik di kawasan Teluk Persia secara real‑time. Tim ini akan menyampaikan rekomendasi kebijakan kepada pejabat terkait, termasuk kemungkinan penyesuaian tarif bea masuk bagi produk energi yang datang melalui rute alternatif.
Para analis ekonomi memperkirakan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menambah biaya logistik global sebesar 2‑3% dalam jangka pendek, namun upaya koordinasi pemerintah diharapkan dapat meminimalkan dampak langsung pada pelayaran Indonesia. Dengan koordinasi yang kuat, kapal‑kapal Republik Indonesia tetap dapat beroperasi secara aman meski harus menyesuaikan rute atau jadwal keberangkatan.