Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Sejumlah pengguna media sosial mulai menyebutkan wilayah Jakarta Barat sebagai 'Gotham City' setelah meningkatnya aksi begal dan kejahatan jalanan yang dianggap tidak dapat dikendalikan oleh aparat keamanan setempat. Julukan ini mengacu pada citra kota fiksi yang penuh kriminalitas, dan menjadi sorotan publik serta media massa.
Legislator daerah menanggapi keprihatinan warga dengan mengajukan usulan penambahan patroli kepolisian serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area-area yang dianggap rawan. Dalam rapat komisi terkait, mereka menekankan bahwa penempatan kamera harus difokuskan pada persimpangan utama, terminal angkutan umum, serta kawasan pasar tradisional yang sering menjadi target perampokan.
- Target utama patroli: Jalan Sudirman, Jalan Daan Mogot, dan daerah sekitar Stasiun KRL Duri.
- Lokasi prioritas CCTV: Gerbang masuk perumahan, alun‑alun pasar, dan jalur bus utama.
Legislator juga mengusulkan alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 5 miliar untuk pembelian dan pemasangan perangkat CCTV, serta peningkatan jumlah personel kepolisian di wilayah tersebut. Mereka meminta dukungan dari pemerintah provinsi dan DKI Jakarta untuk mempercepat proses pengadaan serta memastikan pemeliharaan jangka panjang.
Warga memberikan respons beragam. Sebagian menyambut baik langkah tersebut sebagai upaya konkret meningkatkan rasa aman, sementara yang lain menyoroti perlunya penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku kejahatan serta pengawasan yang tidak melanggar privasi.
Jika usulan tersebut disetujui, diharapkan angka kejadian begal dapat berkurang secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan, mengembalikan citra Jakarta Barat sebagai kawasan yang nyaman untuk beraktivitas.