Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin (4/5) menuduh Uni Emirat Arab (UEA) terlibat dalam kerja sama dengan pihak yang ia sebut sebagai “agresor”. Tuduhan ini muncul setelah serangkaian ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi balasan Iran terhadap serangan Israel di wilayah Gaza.
Baghaei menyatakan bahwa UEA telah memberikan dukungan logistik dan politik kepada agresor tersebut, yang menurutnya memperburuk situasi keamanan regional. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap apa yang dianggapnya sebagai campur tangan luar yang merugikan kedaulatan dan kepentingan nasional Iran.
Berikut beberapa poin utama yang disampaikan oleh Baghaei:
- UAE disebutkan menyediakan fasilitas transportasi dan penyimpanan peralatan militer kepada agresor.
- Kerja sama tersebut melibatkan pertukaran intelijen yang berpotensi mengancam keamanan Iran.
- Iran menuntut agar komunitas internasional mengecam tindakan UAE dan menghentikan segala bentuk dukungan kepada agresor.
Sejumlah pengamat menilai tuduhan ini mencerminkan dinamika geopolitik yang semakin kompleks di wilayah Teluk. Hubungan Iran‑UAE selama ini relatif stabil, namun perselisihan atas isu-isu seperti program nuklir Iran, kebijakan luar negeri terhadap Israel, serta kepentingan energi dapat memicu ketegangan.
Pemerintah UEA belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Iran. Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan menyoroti pentingnya dialog untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Iran ini menambah daftar tuduhan diplomatik yang kerap muncul di antara negara-negara Timur Tengah. Pengamat menyarankan agar semua pihak menahan diri dari tindakan provokatif dan memperkuat jalur komunikasi diplomatik.