Setapak Langkah – 16 Juli 2026 | Institut Pertanian Bogor (IPB) sedang menyempurnakan sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat mengidentifikasi kekurangan nutrisi pada tanaman kelapa sawit secara cepat dan akurat. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi penting bagi petani sawit dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi penggunaan pupuk yang tidak efisien.
Teknologi tersebut memanfaatkan jaringan saraf tiruan yang dilatih dengan ribuan citra daun dan batang kelapa sawit yang telah terdiagnosa mengalami defisiensi nutrisi tertentu, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Dengan mengolah gambar yang diambil melalui kamera standar atau drone, sistem dapat mengirimkan rekomendasi pemupukan dalam hitungan menit.
Berikut ini beberapa keunggulan utama dari sistem AI yang dikembangkan oleh tim peneliti IPB:
- Deteksi dini: Mengidentifikasi tanda-tanda kekurangan nutrisi sebelum gejala terlihat jelas pada tanaman.
- Akurasi tinggi: Tingkat kesalahan kurang dari 5% dalam uji lapangan.
- Penghematan biaya: Mengurangi penggunaan pupuk hingga 30% dengan aplikasi yang lebih tepat sasaran.
- Ramah lingkungan: Mengurangi limpasan bahan kimia ke tanah dan perairan.
Proses kerja sistem dimulai dari pengambilan gambar, kemudian gambar tersebut diproses oleh algoritma deep learning yang telah dilatih pada dataset lokal. Hasil analisis berupa peta nutrisi disajikan dalam aplikasi seluler yang dapat diakses petani atau konsultan pertanian.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Rina Widyanti, juga menjalin kerja sama dengan beberapa perkebunan kelapa sawit berskala besar di Sumatera dan Kalimantan untuk melakukan uji coba lapangan. Hasil awal menunjukkan peningkatan hasil buah sawit sebesar 12% pada tanaman yang menerima rekomendasi pemupukan berbasis AI.
Pengembangan teknologi ini selaras dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan efisiensi sektor agrikultur dan menurunkan dampak lingkungan. Diharapkan, dalam dua tahun ke depan, sistem AI ini dapat diintegrasikan ke dalam platform digital pertanian nasional, menjangkau petani kecil sekaligus perkebunan industri.