Setapak Langkah – 28 April 2026 | Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkenalkan skema investasi baru yang dapat dimulai dengan dana hanya Rp10.000, setara dengan harga segelas kopi. Inisiatif ini bertujuan menurunkan hambatan masuk pasar modal bagi generasi muda dan sekaligus meningkatkan literasi serta inklusi keuangan di Indonesia.
Bagaimana Skema “Segelas Kopi” Bekerja?
Produk utama yang ditawarkan adalah reksa dana mikro dengan biaya pembelian minimal Rp10.000. Proses pendaftaran dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi perbankan atau fintech yang telah bekerja sama dengan OJK. Setelah akun terbuka, pengguna dapat memilih paket reksa dana yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
- Langkah 1: Unduh aplikasi resmi yang terdaftar di OJK.
- Langkah 2: Lakukan verifikasi identitas menggunakan KTP dan selfie.
- Langkah 3: Pilih produk reksa dana “Segelas Kopi”.
- Langkah 4: Setor dana minimal Rp10.000 melalui transfer bank atau e‑wallet.
- Langkah 5: Mulai berinvestasi dan ikuti modul edukasi interaktif yang tersedia di dalam aplikasi.
Data Target dan Proyeksi
| Kelompok Usia | Target Partisipasi | Investasi Rata‑Rata |
|---|---|---|
| 18‑24 tahun | 15 % dari total investor muda | Rp12.000 |
| 25‑30 tahun | 20 % dari total investor muda | Rp15.000 |
Manfaat Bagi Generasi Muda
Skema ini tidak hanya mempermudah akses investasi, tetapi juga dilengkapi dengan modul edukasi berbasis gamifikasi yang dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan. Pengguna dapat menyelesaikan tantangan mingguan, memperoleh lencana, dan mendapatkan rekomendasi investasi yang disesuaikan.
“Dengan menurunkan batas minimum investasi, kami berharap lebih banyak pemuda dapat merasakan manfaat pasar modal dan mulai menabung untuk tujuan jangka panjang,” kata Direktur OJK, Budi Santoso, dalam konferensi pers pada 27 April 2024.
Inisiatif ini juga selaras dengan program nasional “Fintech for All” yang menargetkan inklusi keuangan bagi 80 % populasi usia produktif pada tahun 2026.
Jika tren ini terus berlanjut, diharapkan generasi muda Indonesia akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar modal domestik, memperkuat ketahanan ekonomi nasional.