Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, kembali menekankan pentingnya mempercepat proses penandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa (IEU) dan ASEAN (CEPA). Ia menilai bahwa kesepakatan ini dapat menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan perdagangan bilateral serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Manfaat utama yang diantisipasi meliputi:
- Peningkatan tarif nol atau rendah bagi lebih dari 5.000 produk Indonesia di pasar Uni Eropa.
- Peluang investasi langsung asing (FDI) yang lebih besar melalui standar regulasi yang harmonis.
- Penguatan kerangka kerja hak kekayaan intelektual dan standar lingkungan yang dapat meningkatkan daya saing produk lokal.
Proses negosiasi IEU-CEPA telah berlangsung selama beberapa tahun, namun terdapat beberapa hambatan teknis, termasuk penyelarasan regulasi teknis (technical barriers to trade) dan mekanisme penyelesaian sengketa. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyelesaikan isu‑isu tersebut melalui dialog intensif dengan rekan Uni Eropa.
Dalam rangka mempercepat penandatanganan, Kementerian Luar Negeri telah merencanakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Indonesia dan Uni Eropa pada kuartal berikutnya. Dijadwalkan pula pembentukan tim kerja lintas kementerian yang akan menyiapkan dokumen teknis serta melakukan konsultasi dengan sektor swasta.
Jika kesepakatan tercapai sebelum akhir tahun ini, IEU-CEPA diproyeksikan dapat menambah nilai perdagangan bilateral sebesar US$ 5‑6 miliar dalam lima tahun pertama, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi jutaan tenaga kerja Indonesia.