Setapak Langkah – 22 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmen untuk memperluas pasar produk non‑minyak dan gas bumi (non‑migas) ke Meksiko. Upaya ini difokuskan pada partisipasi aktif dalam Paviliun Indonesia yang akan dipamerkan pada pameran dagang internasional di Kota Monterrey pada bulan Agustus 2024.
Melalui pavilion tersebut, delegasi bisnis dan pejabat pemerintah Indonesia berencana mempromosikan beragam komoditas, mulai dari produk agrikultur seperti kopi, kakao, dan kelapa sawit, hingga barang manufaktur seperti tekstil, peralatan elektronik, serta komponen otomotif. Pemerintah menargetkan peningkatan nilai ekspor non‑migas sebesar 15 % dalam dua tahun ke depan, dengan harapan mencapai US$1,2 miliar pada akhir 2025.
Beberapa langkah strategis yang diambil meliputi:
- Penyediaan fasilitas pertemuan B2B di dalam Paviliun Indonesia untuk menghubungkan produsen lokal dengan importir Meksiko.
- Penawaran insentif fiskal bagi perusahaan yang menandatangani kontrak ekspor selama pameran.
- Kolaborasi dengan kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington untuk memfasilitasi proses perizinan dan logistik.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pada tahun 2023, total ekspor non‑migas Indonesia ke Meksiko tercatat US$1,03 miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 8 %. Produk utama yang diperdagangkan meliputi:
| Produk | Nilai Ekspor 2023 (US$ Miliar) |
|---|---|
| Kopi | 0,22 |
| Kakao | 0,15 |
| Tekstil | 0,18 |
| Komponen Otomotif | 0,12 |
Peningkatan diversifikasi pasar ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sektor migas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.