Setapak Langkah – 10 Agustus 2026 | Jakarta, 10 Agustus 2026 – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama kebudayaan di antara negara‑negara anggota BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Indonesia). Upaya ini disampaikan dalam pertemuan bilateral yang melibatkan menteri Kebudayaan serta delegasi diplomatik masing‑masing negara anggota.
Beberapa inisiatif yang direncanakan meliputi:
- Pertukaran seniman, penulis, dan peneliti budaya melalui program residensi selama 3‑6 bulan.
- Penyelenggaraan festival seni bersama yang menampilkan tari, musik, dan teater tradisional serta kontemporer dari kelima negara.
- Penerbitan katalog bersama yang mendokumentasikan warisan tak benda serta cerita rakyat masing‑masing anggota.
- Pembentukan platform digital multibahasa untuk mempromosikan karya seni dan produk kreatif secara daring.
Data historis menunjukkan bahwa sejak 2015, kerja sama kebudayaan BRICS telah menghasilkan lebih dari 120 proyek kolaboratif, dengan total investasi sekitar US$ 85 juta. Tabel di bawah merangkum jumlah proyek per negara anggota:
| Negara | Proyek Kebudayaan | Investasi (US$ juta) |
|---|---|---|
| Brasil | 34 | 22 |
| Rusia | 28 | 18 |
| India | 30 | 20 |
| China | 28 | 15 |
| Indonesia | 30 | 10 |
Indonesia menargetkan peningkatan partisipasi sektor kreatif nasional sebesar 15 % dalam lima tahun ke depan melalui jaringan kerja sama ini. Diharapkan pula terbukanya pasar ekspor produk budaya, seperti kerajinan tangan, film, dan musik, ke negara‑negara BRICS yang memiliki basis konsumen besar.
Selain itu, menteri menekankan pentingnya melibatkan institusi pendidikan tinggi dan lembaga kebudayaan lokal untuk memastikan bahwa program pertukaran dapat menjangkau generasi muda. “Budaya adalah jembatan yang menghubungkan perbedaan, dan melalui BRICS kita dapat membangun jembatan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar beliau.
Dengan langkah konkret ini, Indonesia berharap dapat menjadikan kerja sama kebudayaan BRICS sebagai model bagi kelompok negara berkembang lainnya, sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai poros budaya di kawasan Asia‑Pasifik.