Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Kementerian Ekologi dan Lingkungan Hidup Tiongkok menandatangani nota kesepahaman pada tanggal … untuk memperkuat kemitraan strategis dalam rangka aksi iklim dan pembangunan hijau.
Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari komitmen kedua negara yang telah terjalin sejak pertemuan tingkat tinggi pada tahun sebelumnya, dengan tujuan mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Beberapa bidang kerja sama utama yang disepakati meliputi:
- Pembangunan energi terbarukan, khususnya tenaga surya dan angin, melalui transfer teknologi dan investasi bersama.
- Pengelolaan hutan dan program reforestasi untuk meningkatkan penyerapan karbon.
- Pengembangan industri hijau, termasuk mobil listrik, bahan bakar nabati, dan teknologi penyimpanan energi.
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, beasiswa, dan pertukaran ilmuwan.
- Pembiayaan hijau, dengan melibatkan bank pembangunan dan lembaga keuangan kedua negara.
Berikut adalah ringkasan sektor dan inisiatif yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan:
| Sektor | Inisiatif | Target |
|---|---|---|
| Energi Terbarukan | Pembangunan pembangkit surya 1 GW dan proyek angin 500 MW | 2029 |
| Reforestasi | Penanaman 10 juta pohon di daerah tropis | 2028 |
| Industri Hijau | Fasilitas produksi baterai dan mobil listrik | 2027 |
| Keuangan Hijau | Skema pembiayaan bersubsidi hingga US$2 miliar | 2026 |
Pernyataan bersama menyebutkan bahwa kerja sama ini tidak hanya akan mendukung pencapaian target Nasionally Determined Contributions (NDC) Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada agenda hijau Tiongkok yang bersinergi dengan agenda iklim global.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan hasil kerja sama ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020‑2024, sementara Tiongkok berjanji memberikan dukungan teknis serta akses ke pasar energi bersih.
Para pengamat menilai bahwa kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi negara‑negara lain di Asia Tenggara dalam memperkuat aksi iklim melalui kemitraan bilateral yang berbasis pada teknologi dan pembiayaan berkelanjutan.