Setapak Langkah – 03 Juni 2026 | Data terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa impor LPG Indonesia terus meningkat tajam. Pada tahun 2025, porsi impor mencapai 80,58 % dari total kebutuhan nasional, dan angka ini melonjak menjadi sekitar 83,97 % hingga Februari 2026.
Lonjakan impor tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai ketergantungan energi negara pada pasokan luar negeri. Sebagai respons, sejumlah upaya dilakukan untuk meningkatkan produksi dalam negeri, salah satunya melalui pengoperasian kilang minyak di Gresik yang kini turut mengolah LPG secara mandiri.
Kilang di Gresik, yang dikelola oleh perusahaan energi nasional, telah meningkatkan kapasitas produksi LPGnya sejak awal 2024. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan proporsi impor dan menstabilkan pasokan domestik.
| Tahun | Porsi Impor LPG (%) |
|---|---|
| 2025 | 80,58 |
| Feb 2026 | 83,97 |
Selain peningkatan kapasitas kilang, pemerintah juga menggalakkan program diversifikasi energi, memberikan insentif bagi produsen LPG lokal, serta memperkuat regulasi impor yang lebih selektif. Kombinasi kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan angka impor dalam jangka menengah hingga panjang.
Para analis ekonomi memperkirakan bahwa jika produksi domestik terus ditingkatkan, porsi impor LPG dapat turun di bawah 70 % pada akhir 2027, memberikan ruang bagi penurunan harga konsumen dan meningkatkan ketahanan energi nasional.